nlpeter, “refleksi musik Indonesia dari Belanda”

October 27, 2009

Nama aslinya adalah Peter Fennema, orang asli Belanda (Netherlands) dan cukup dikenal dikalangan situs youtube.com kemudian apa yang spesial dari orang Belanda ini? kalau anda pernah berpikir apakah lagu-lagu populer Indonesia juga populer di negeri orang? nlpeter adalah jawabannya, sejak tahun 2006, dirinya selalu membuat rekaman lagu-lagu Indonesia seperti lagu-lagu dari Chrisye (kisah kasih di sekolah), Peterpan (semua tentang kita), Andra and The Backbone (sempurna) dan yang paling terbaru adalah d’masiv (jangan menyerah), sebenarnya masih banyak lagu-lagu lain yang di cover oleh nlpeter, semuanya bisa anda saksikan dengan gratis di http://www.youtube.com/user/nlpeter1

Tidak hanya sekedar men-cover lagu-lagu Indonesia, kecintaannya terhadap negeri kita ini juga ia tunjukkan dengan konser-konser amal yang ia selenggarakan di Belanda, semua hasil kegiatan amal itu ia sumbangkan untuk korban-korban bencana alam yang terjadi di Indonesia. Diri nya pun aktif di Ranesi (Radio Netherland Siaran Bahasa Indonesia), radio di Belanda yang menyiarkan informasi dalam bahasa Indonesia. Peter sangat mengagumi budaya pop Indonesia, yang menurutnya sangat unik dan indah.

PhotobucketPeter Fennema (nlpeter)

Peter juga mengagumi sinematografi videoclip dari musisi dalam negeri (Indonesia), ini bukti bahwa apa yang kita kerjakan bisa menjadi sebuah “trend” di kalangan luas, banyak kita kunjungi di Indonesia, musisi muda yang berupaya sekuat tenaga untuk meniru musisi-musisi asia timur seperti Jepang dan Korea, namun inilah uniknya, ketika kita lupa akan “budaya” negeri sendiri, justru orang Belanda yang “kegandrungan” musik-musik kita, dan tanpa ragu mereka mengatakan, “Indonesian song’s is beautiful”.

Inilah bukti dimana dunia telah menjadi “flat”, pertukaran budaya bisa terjadi dimana saja, namun sekali lagi, Indonesia memang membanggakan! Peter dapat dikunjungi pada situs nlpeter.nl

nlpeter – jangan menyerah (d’masiv cover)


Marty Natalegawa: Profesional di Bidangnya

October 26, 2009

Ketika melihat kabinet Indonesia Bersatu-2 (2009-2011), hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah siapakah menteri luar negeri Indonesia, pos ini akan diisi orang partai atau profesional karir. Jawaban atas itu pun terjawab, Dr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil., B.Sc. (Marty Natalegawa) terpilih sebagai menteri luar negeri Republik Indonesia menggantikan Nur Hassan Wirajuda yang telah menjabat selama dua periode pemerintahan.

Tidak perlu meragukan sepak terjang bapak kelahiran Bandung 22 Maret 1963 ini, nama nya cukup “beken” dikalangan mahasiswa dan departemen luar negeri, sebelum nya Marty Natalegawa adalah Duta Besar Indonesia untuk PBB, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Britania Raya (United Kingdom), dan juru bicara Menteri Luar Negeri.

Photobucket

Dr. Marty Natalegawa, M.Phil (Menteri Luar Negeri Indonesia 2009-2014)

Banyak tugas yang telah diemban nya dengan sangat baik, ini memunculkan optimisme keseriusan SBY dalam pemerintahan versi keduanya ini, bahwa ada pesan bahwa profesionalisme tetap menjadi hal yang utama, ditengah-tengah pembagian kursi kabinet yang dinanti-nanti oleh Partai Koalisi. Marty Natalegawa akan memimpin Deplu dalam 5 tahun kedepan dan hal ini patut kita banggakan. Selamat bekerja Kang Marty!


Soekarno: Suara Bangsa Indonesia

September 1, 2009

Membicarakan pemimpin bangsa yang satu ini tidak akan pernah ada habis nya, sosoknya yang berapi-api, pintar, berani dan ikon sejati Indonesia. Saya berandai-andai, dengan permasalahan yang kita hadapi dengan negara tetangga (Malaysia) sekarang, maka apa yang akan dikatakan Soekarno ?

Soekarno, Presiden pertama Indonesia dan sang proklamator, sosok yang tangguh, berwibawa dan yakin akan kemandirian bangsa nya.

“Bung, apa yang harus kami lakukan ?”

Photobucket

Bung Karno dan Che Guevara, revolver!.


Masihkah “Abang-Adik”?

August 27, 2009

Dulu sekitar tahun 1980-an, Indonesia dan Malaysia ibarat abang yang selelu memberi contoh pada adik nya, bagaimana cara belajar, berkreasi dan berusaha, tapi kini hubungan “abang-adik” ini bak kisah seorang adik (Malaysia) yang merasa sudah berhasil melampaui kemampuan sang kakak (Indonesia), apa pun itu, hubungan manis ini seharusnya tetap dijaga, adik boleh lebih dari abang, tapi tidak boleh mencontek kerjaan abang, benar kan ?

Kisah ini jika ditilik jauh lebih pada sisi sejarah, pada era Presiden Soekarno ada semboyan yang terucap, “ganyang Malaysia!!”, Bung Karno mungkin menganggap DNA sang adik ini adalah DNA yang tidak baik, yang merupakan bentukan negara sekutu penjajah. Masa berganti pada era Presiden Soeharto, hubungan erat Pak Harto dengan Perdana Menteri Mahatir Muhammad sangat baik, bisa mencerminkan istilah “abang-adik” tersebut, Petronas belajar pada Pertamina, mahasiswa asal Malaysia belajar di Universitas-universitas Indonesia, dan masih banyak lagi program-program kerjasama lainnya.

Photobucket

Hasil “akuisisi” sang adik atas abang nya, Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan.

Pada era millenium ini, Malaysia mengalami perkembangan yang cukup pesat ketimbang sang abang, hal ini wajar dialami banyak negara-negara berkembang lainnya, namun ini menjadi awal mula masalah-masalah abang dan adik ini. Mulai dari permasalahan pulau sipadan-ligitan, sang adik berupaya “mengakuisisi” milik abang-nya, namun pulau bukanlah persoalan bisnis keluarga yang bisa di bagi-bagi, kemudian masalah TKI yang sangat menyudutkan sang abang sekali lagi, lalu tak ketinggalan persoalan kebudayaan karya masyarakat negara sang abang ikut diakui seperti lagu-lagu daerah dan tarian, masyarakat Malaysia boleh saja berkata budaya adalah sesuatu yang dapat menyatukan, tapi menyatukan apa? masyarakat di negeri sang adik mengatakan tidak peduli soal pengakuan budaya itu, namun kenapa video komersial soal pariwisata Malaysia itu tetap ada. Dunia infotainment pun tak ketinggalan dengan hasil “akuisisi” buruk sang adik perihal Manohara Odelia Pinot, yang beberapa waktu lalu marak di media.

Photobucket

Tari Pendet asal Bali (Indonesia).

Abang selalu mengalah, namun adik semakin tidak tahu diri, bagaimana dengan teroris Noordin M. Top & Dr. Azahari ? mereka masih tercatat sebagai warga negara Malaysia, inikah balasan yang diberikan sang adik pada abang ? Adik memang selalu menyusahkan sang abang…


Conversation between JW Marriott Hotel Security with The Bomber a minute before The Bomb Explodes

July 18, 2009

Dikdik Ahmad Taufik, security supervisor of JW Marriott hotel, on 07.45 o’clock at Syailendra Lounge, “at the first, i’m was interested with that man”, Dikdik said to the jurnalists (18/07), “because of this man was carried big rolled bags and another big bags that putted in his front body, but my suspicion is why does he go to the lounge, not go to cashier, he look like wanna check out from the hotel”.

Dikdik (security): “good morning, what can i do, sir?”

Bomber: “morning, i’m just want to meet my boss inside”

Dikdik: “in what purpose, sir?”

Bomber: “just deliver my boss order”

Photobucket

The security check out the situation after the explosion (17/07) source

Dikdik said that he didn’t want have a complain from the visitor, then Dikdik prefer not to disturbed that man, but he told to his security friends to following the misterious man to the Syailendra Lounge.

Dikdik take his steps, in seconds count, “i’m heard the explosion but i’m didn’t fainted”, Dikdik said again, his friends that followed the bomber was saved, although get some serious injury. Hard for Dikdik to explain how the bomber looks like, but he will knowing the bomber, if he can see the photograph of the bomber.

In the year of 2003, Dikdik was there (JW Marriott), when the first bomb exploded, “glad to be survive after this bombs accidents”.

some source:
http://justnurman.wordpress.com/2009/07/18/inilah-percakapan-satpam-jw-marriott-dengan-teroris-sebelum-bom-meledak/


Socialite Case : Manohara Odelia Pinot

April 26, 2009

Young Indonesian model, Manohara Odelia Pinot, Who married with Prince of Kelantan, Malaysia (Tengku Temmenggong Kelantan) was kidnapped and got a sexual harrashment from her husband. Some sites tell this is jokes and defend Malaysian Prince and his Kingdom of Kelantan, but this is not jokes for Indonesian peoples, this is was proved and need to be proceed later on.

Photobucket

Manohara Odelia Pinot.

Not to blame once again, but this is a truth that Malaysian also did un-racional things to Indonesian citizens that living in their country, for example is what happened to a lot of Indonesian workers (TKI) that got sexual harrashment or tortured by Malaysian.

To see this Manohara problems, in many perspective, such as many news was released, that Manohara’s mother selling her for enrich herself or to enter the socilite lifes, nobility, etc. The way that news report was unproved that Malaysian said, but this is a problems, we can not separate this from other posibility, just for assumtion.

And then, how this problems means for us as Indonesia peoples? not to blame once again, sometimes, for example Manohara’s mom who blind because of luxurious, just gives her daughter to Kelantan’s prince, that she assumed has position, luxurious and nobility, it is show that Indonesia have a lower bargaining position, in economics, politics and laws.

Should SBY involves in this problems? in his capability as president of Indonesia, SBY have a strong chance to solve this problems, but it is not president responsibility, this step can be putted to Indonesia Foreign Affairs Depatment, but Manohara’s case not that easy as we know, to much aspects to be involved in this case, let se how it is work?


Bob Sadino : Pengusaha Beda…

January 24, 2009

Pria ini kerap di panggil dengan sebutan “om bob”, jum’at (23 Januari 2009) ini mendatangi kampus Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada dalam acara talk show yang diadakan oleh Marketing Club MM UGM. Dalam kesempatan kali ini om bob banyak sekali menerima banyak pertanyaan dari kalangan akademisi dan pengusaha di daerah Yogyakarta, dan om bob menjawab nya dengan santai, serta tidak lupa om bob juga menggunakan pakaian “dinas” yaitu cela pendek.

Kilas Balik

Pria berpakaian ”dinas” celana pendek jin dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, ini adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket), ini mantan sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses.

Photobucket

Bob Sadino, Indonesia Entrepreneur & Kem Chicks Owner

Titik balik yang getir menimpa keluarga Bob Sadino. Bob rindu pulang kampung setelah merantau sembilan tahun di Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman, sejak tahun 1958. Ia membawa pulang istrinya, mengajaknya hidup serba kekurangan. Padahal mereka tadinya hidup mapan dengan gaji yang cukup besar.

Sekembalinya di tanah air, Bob bertekad tidak ingin lagi jadi karyawan yang diperintah atasan. Karena itu ia harus kerja apa saja untuk menghidupi diri sendiri dan istrinya. Ia pernah jadi sopir taksi. Mobilnya tabrakan dan hancur. Lantas beralih jadi kuli bangunan dengan upah harian Rp 100.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Photobucket

Bob Sadino’s style of business meeting

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Sekilas tentang om bob memberikan kita sebuah gambaran perjalan sukses pria Indonesia, di dalam talk show di MM UGM, om bob mengingatkan bahwa kegagalan adalah sebuah proses untuk kesuksesan, dan sebuah universitas kehidupan bagi para pelaku nya.

Some Source :

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/bob-sadino/index.shtml


Pengajuan Anggara Dana Tambahan KPK Untuk Rutan di Tolak

January 17, 2009

Tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengajukan permohonan penambahan anggaran langsung kepada Departemen Keuangan dinilai tidak menghargai Komisi III. Rekan kerja KPK ini pun menolak permohonan tersebut.

Menurut anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari, sebelumnya KPK pernah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 90 miliar untuk pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Setelah ditolaknya permohonan itu, KPK lantas segera mengajukan penambahan anggaran lagi kepada Depkeu. Namun kali ini bukan untuk pembangunan lapas, melainkan untuk penambahan staf baru dan pembangunan gedung. Lagi-lagi permintaan ini ditolak karena KPK tidak mendiskusikan dulu dengan Komisi III.

Surat berkop DPR dengan nomor TU.03/8199/DPR RI/XI/2008 tertanggal 14 November 2008, dijelaskan permintaan tambahan dana dalam rekening 069 pada RAPBN 2009 untuk KPK sebesar Rp 90 miliar belum pernah dibicarakan  dalam rapat Komisi III DPR. Surat ini ditujukan kepada Menteri Keuangan dengan tembusan kepada Pimpinan DPR RI serta Pimpinan Komisi III. Yang menandatangani surat ini adalah Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno.

Photobucket

Head of Indonesian Corruption Elimination Commitee (KPK), Antasari Azhar.

Para pejabat KPK dalam beberapa kesempatan memang mengemukakan harapan agar adanya pembangunan gedung dan rutan sendiri. Akibat kurangnya kapasitas rutan Polri untuk tempat penitipan tahanan KPK sejak pekan lalu, komisi antikorupsi memindahkan sejumlah tahanan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang.

Ketua KPK Antasari Azhar dalam suatu kesempakatan pekan lalu mengatakan, pemusatan penahanan akan memudahkan penyidik untuk memeriksa para tahanan kasus korupsi itu.Sementara itu, Wakil Ketua KPK M Jasin mengatakan, dasar pertimbangan pengajuan anggaran itu karena Gedung KPK kini bukan milik KPK.

Kondisi kekuatan gedung yang merupakan kantor bank swasta sudah kurang baik. Daya tampungnya pun hanya untuk 400 orang, sedangkan pegawai KPK 600 orang. Jasin membeberkan, jika anggaran itu diloloskan, gedung baru KPK direncanakan akan dibangun di atas tanah negara yang berada di belakang Gedung KPK saat ini. Sebaliknya, kalangan dewan membantah adanya keinginan menjegal KPK dan upaya pemberantasan korupsi.

Photobucket

KPK Building in Jakarta.

Dewan juga meminta KPK mengklarifikasi penggunaan dan tujuan menambahan anggaran yang dinilai belum terjelaskan.

Secara garis besar hal tersebut (pembangunan rutan di dalam kantor KPK) merupakan wewenang Dephumham, namun mungkin seharusnya ada pengecualian, karena pemberantasan korupsi di negeri ini sudah menjadi perhatian pemerintah yang sangat utama. Kecurigaan pantas dilayangkan kepada anggota dewan, karena konsistensi pemberantasan korupsi seharusnya memudahkan KPK untuk bekerja bukan malah mempersulit kinerja mereka, apakah anggota dewan sangat takut tindak tanduk nya diawasi oleh KPK? atau masih berkeinginan mencari keuntungan dengan menjegal KPK?

some sources :

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0812/15/huk01.html
http://www.detiknews.com/read/2008/12/11/101049/1051856/10/komisi-iii-tolak-anggaran-kpk-karena-tak-koordinasi-


Marketing at Manchester United Cafe in Indonesia

January 11, 2009
Manchester United Football Clubs, one of the big four in The English Premier League has many extended business outside football competitions, such as merchandise, clothing and cafe.

Lets talk about The MU Cafe, in Paris Van Java Mall in Bandung, Indonesia, we can see one of MU cafe in Indonesia. This cafe is under licensed of Manchester United Food and Beverage (MUFB) is a Singapore holding company awarded the exclusive rights by Manchester United Football Club (“MUFC”) to own, operate, license and develop a chain of Manchester United restaurants & bar concept in Asia Pacific region. Territories include China, Singapore,Malaysia, Brunei, Indonesia, Thailand, Hong Kong, Taiwan, Korea, Japan, India, and the Philippines. These restaurant & bar outlets mark MUFC’s first foray into casual dining business on an international scale.

Our goal is to establish Manchester United Restaurant & Bar as a leading operator and license of casual dining restaurant and bar in the Asia Pacific Region.For our venture In Indonesia – PT Manchester United Food & Beverage, our major local joint venture partner is Mr Tomy Winata of the Artha Graha Group.

Marketing at The Cafe

Manchester United Cafe promoted a Food and Beverages beside any kinds about MU at the cafe, sometimes MU cafe invite many artist to opened the event (big match or champion league final). This all about marketing, MU cafe also promoted they stuff will a different style, uniquely, and branded football things like history of manager, players and MU moments.

  • Then, they’re so many question about using Manchester United Brand is only focus to Manchester United Fans ? maybe this statement will answer the question…
“We understand the natural indifference that an outlet using the ‘Manchester United’ brand may bring to some which is why our focus will not be just about catering to Manchester United fans, but delivering great service and food standards to our customers – something which both groups of people would definitely value as part of their experience at any food and beverage outlet,” Andy Yun, CEO for MUFB, said.
  • Why Indonesia?..
Mr Peter Draper said, “Manchester United is one of the most famous names in world sport with a fan following of over 70 millions..44.many of whom live in Asia. We hope that with the opening of MURB (Manchester United Restaurant and Bar) in Jakarta, football fans in Indonesia will feel even closer to English football and the Red Devils. We think the enthusiasm for this project in Jakarta speaks volumes for the dynamism of the Indonesian people and their love of football. We’re obviously delighted to have such a flagship for the Club in one of the world’s fastest growing economies.”

“Jakarta was the obvious choice for expanding in this region as we are confident about the prospects of Jakarta, being the capital of Indonesia, and the excellent growth prospects due to the rising affluence of its population. Our restaurant and bar will also present the local and international community here with a brand new experience in sports themed dining and live entertainment”, said Mr John Lim, MUFB’s Chief Executive.

Sources :
http://www.manutd-cafe.com/media/PT_MUFBPressRelease_17Jan2006.pdf

http://www.marketing-interactive.com/news/10202


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.