Marshanda Stres ?

Kalau kita sejenak membaca buku-buku perilaku organisasi, maka akan terdapat sub pembahasan tentang stres dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Menurut Handoko (1987), penyebab stres dapat dibedakan menjadi dua, yakni on-the-job dan off-the-job stres, namun untuk permasalahan artis muda bernama Marshanda ini nampaknya kita cukup menggunakan pedestrian common sense saja, karena rasanya cukup sulit untuk menafsirkan apa maksud dan penyebab dari perilaku Marshanda ini, perspectif yang digunakan adalah human resource management atau malah manajemen pemasaran yang kurang jitu, tapi itu juga masih belum cukup, karena konsep location, location and location yang dilakukan oleh Marshanda ini sangat tidak pada tempat nya.

Human Resource vs Marketing vs Common Sense

Apabila perspektif human resource dianggap terlalu luas, dan konsep marketing dianggap tidak strategis, melihat apa yang dilakukan oleh Marshanda, saya mengutip perkataan dosen saya yang cukup “kena” untuk saya pakai guna menganalisis perilaku Marshanda ini, ” I know you are not smart, then use your common sense, even your sense is not common!”

Sebagai pengguna common sense (sejauh ini saya mengerti), saya akan menafsirkan perilaku Marshanda yang diperlihatkan pada situs Youtube. Analisis saya adalah sebagai berikut :

1. Marshanda memang mengalami stres yang di akibatkan oleh tekanan pekerjaan atau malah tidak mendapatkan job yang cukup karena kalah bersaing dengan Cinta Laura atau Shireen Sungkar.

2. Marshanda mempromosikan diri nya dengan sangat buruk sebagai aktris protagonis yang dengan mudah nya menyebut teman-teman di pendidikan dasar (SD).

3. Marshanda mencari sensasi dengan mengunakan media yang salah, ini mungkin disebabkan oleh kurang nya job, karena memasarkan bakat sebagai pemeran protagonis di tempat yang gratis, dan dengan mudah nya di unduh oleh orang lain.

Namun saya hanya berkata secara tidak sengaja, tapi saya tetap mendukung Marshanda untuk tetap melakukan yang terbaik, karena di masa depan dunia perfilman dan sinetron Indonesia masih membutuhkan bakat nya yang telah diasah dari masa kanak-kanak. Semangat!

Bibliography

Handoko, T. Hani. 1987. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. BPFE-Yogyakarta.

Cuplikan video Marshanda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: