BMW Keep Workers On The Job

January 26, 2009

Photobucket

When many automotive companies dismiss and fired workers, BMW take different policy for their workers, no fired in 2009, their policies is making short job hours for their workers, to reduce the productivity decrease this year. In This January 21th, BMW announce that their 26.000 workers in Germany will be have full job in this april.

In the year of 2008, BMW sales all over the world has decreased, in December, for example, their sales decreases almost at 25 % in the same periods compared to a year before (2007). In early of 2009, BMW believe their new release models, Z4 and Serie 7, will improving their sales again.


Bob Sadino : Pengusaha Beda…

January 24, 2009

Pria ini kerap di panggil dengan sebutan “om bob”, jum’at (23 Januari 2009) ini mendatangi kampus Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada dalam acara talk show yang diadakan oleh Marketing Club MM UGM. Dalam kesempatan kali ini om bob banyak sekali menerima banyak pertanyaan dari kalangan akademisi dan pengusaha di daerah Yogyakarta, dan om bob menjawab nya dengan santai, serta tidak lupa om bob juga menggunakan pakaian “dinas” yaitu cela pendek.

Kilas Balik

Pria berpakaian ”dinas” celana pendek jin dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, ini adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket), ini mantan sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses.

Photobucket

Bob Sadino, Indonesia Entrepreneur & Kem Chicks Owner

Titik balik yang getir menimpa keluarga Bob Sadino. Bob rindu pulang kampung setelah merantau sembilan tahun di Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman, sejak tahun 1958. Ia membawa pulang istrinya, mengajaknya hidup serba kekurangan. Padahal mereka tadinya hidup mapan dengan gaji yang cukup besar.

Sekembalinya di tanah air, Bob bertekad tidak ingin lagi jadi karyawan yang diperintah atasan. Karena itu ia harus kerja apa saja untuk menghidupi diri sendiri dan istrinya. Ia pernah jadi sopir taksi. Mobilnya tabrakan dan hancur. Lantas beralih jadi kuli bangunan dengan upah harian Rp 100.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Photobucket

Bob Sadino’s style of business meeting

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Sekilas tentang om bob memberikan kita sebuah gambaran perjalan sukses pria Indonesia, di dalam talk show di MM UGM, om bob mengingatkan bahwa kegagalan adalah sebuah proses untuk kesuksesan, dan sebuah universitas kehidupan bagi para pelaku nya.

Some Source :

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/bob-sadino/index.shtml


Harga BBM turun? Langkah Strategis atau Politis? tarif angkutan tidak ikut turun

January 15, 2009

Minggu ini harga BBM turun kembali ke kisaran Rp.4,500 rupiah, ini merupakan sebuah langkah yang cukup tepat yang diambil pemerintah, di saat guncangan bencana finansial global yang menimpa dunia, pemerintah berani mengambil langkah bijak untuk rakyat.

Photobucket

Langkah pemerintah ini bisa dikategorikan sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang kian bertambah. Namun ada keraguan dari beberapa pihak bahwa hal ini merupakan kebijakan yang bersifat politis, mengingat semakin dekatnya pemilu 2009, dimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden periode 2009 – 2014. Hal ini berkaitan dengan opini masyarakat yang ingin dibangun oleh pemerintah dari hal-hal yang paling vital, salah satunya adalah harga BBM, untuk kembali mendapatkan suara positif dari masyarakat berkat turunnya harga BBM.

Kemudian bagaimana dengan tarif angkutan yang tidak ikut turun seiring turunnya harga BBM?  turunnya harga BBM tak terlalu berpengaruh terhadap turunnya tarif angkutan dalam kota. Penurunannya tak terlalu signifikan.

Photobucket

Masalahnya, dalam perhitungan pengaruh komponen harga bahan bakar terhadap harga pokok atau tarif, penurunan harga bahan bakar setiap 10 persen, hanya berpengaruh sebesar 2,8 persen hingga 3,4 persen terhadap penurunan tarif.

Secara sederhana, tarif angkutan darat dalam kota yang biasanya sebesar Rp 2.500 – Rp 6.000, dengan perhitungan di atas, paling banyak hanya akan berkurang sekitar Rp 100-200. Perhitungan ini juga tergantung pada jenis angkutannya. Pengaruh komponen harga bahan bakar terhadap tarif angkutan darat sebesar 28-34 persen, terhadap angkutan laut sebesar 50-55 persen sedangkan untuk angkutan udara sekitar 50-60 persen.

Namun demikian, penurunan tarif yang signifikan akan terjadi pada angkutan-angkutan yang memiliki tarif tetap, seperti angkutan antar kota.

Some Sources :

http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/29/12251118/harga.bbm.turun.tarif.angkot.sulit.turun


10 Orang Terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes

January 9, 2009

Photobucket

Majalah Forbes dalam tahun 2008 menyajikan peringkat 40 orang terkaya di kawasan Asia dan Indonesia tentunya. Pada awalnya mungkin orang akan mengira bahwa Bakrie & Family akan menempati urutan pertama dalam peringkat orang terkaya di Indonesia, namun Aburizal Bakrie beserta keluarga hanya menempati urutan ke-6. Hal ini dikarenakan turun nya harga saham perusahaan hingga mencapai 90 % dibandingkan tahun lalu. Berikut 10 besar orang terkaya di Indonesia :

1     Sukanto Tanoto & family
2     Putera Sampoerna & family
3     Eka Tjipta Widjaja & family
4     Rachman Halim & family
5     R. Budi Hartono & family
6     Aburizal Bakrie & family
7     Eddy William Katuari & family
8     Trihatma Haliman
9     Arifin Panigoro
10     Liem Sioe Liong & family