Marty Natalegawa: Profesional di Bidangnya

October 26, 2009

Ketika melihat kabinet Indonesia Bersatu-2 (2009-2011), hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah siapakah menteri luar negeri Indonesia, pos ini akan diisi orang partai atau profesional karir. Jawaban atas itu pun terjawab, Dr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil., B.Sc. (Marty Natalegawa) terpilih sebagai menteri luar negeri Republik Indonesia menggantikan Nur Hassan Wirajuda yang telah menjabat selama dua periode pemerintahan.

Tidak perlu meragukan sepak terjang bapak kelahiran Bandung 22 Maret 1963 ini, nama nya cukup “beken” dikalangan mahasiswa dan departemen luar negeri, sebelum nya Marty Natalegawa adalah Duta Besar Indonesia untuk PBB, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Britania Raya (United Kingdom), dan juru bicara Menteri Luar Negeri.

Photobucket

Dr. Marty Natalegawa, M.Phil (Menteri Luar Negeri Indonesia 2009-2014)

Banyak tugas yang telah diemban nya dengan sangat baik, ini memunculkan optimisme keseriusan SBY dalam pemerintahan versi keduanya ini, bahwa ada pesan bahwa profesionalisme tetap menjadi hal yang utama, ditengah-tengah pembagian kursi kabinet yang dinanti-nanti oleh Partai Koalisi. Marty Natalegawa akan memimpin Deplu dalam 5 tahun kedepan dan hal ini patut kita banggakan. Selamat bekerja Kang Marty!


Soekarno: Suara Bangsa Indonesia

September 1, 2009

Membicarakan pemimpin bangsa yang satu ini tidak akan pernah ada habis nya, sosoknya yang berapi-api, pintar, berani dan ikon sejati Indonesia. Saya berandai-andai, dengan permasalahan yang kita hadapi dengan negara tetangga (Malaysia) sekarang, maka apa yang akan dikatakan Soekarno ?

Soekarno, Presiden pertama Indonesia dan sang proklamator, sosok yang tangguh, berwibawa dan yakin akan kemandirian bangsa nya.

“Bung, apa yang harus kami lakukan ?”

Photobucket

Bung Karno dan Che Guevara, revolver!.


Masihkah “Abang-Adik”?

August 27, 2009

Dulu sekitar tahun 1980-an, Indonesia dan Malaysia ibarat abang yang selelu memberi contoh pada adik nya, bagaimana cara belajar, berkreasi dan berusaha, tapi kini hubungan “abang-adik” ini bak kisah seorang adik (Malaysia) yang merasa sudah berhasil melampaui kemampuan sang kakak (Indonesia), apa pun itu, hubungan manis ini seharusnya tetap dijaga, adik boleh lebih dari abang, tapi tidak boleh mencontek kerjaan abang, benar kan ?

Kisah ini jika ditilik jauh lebih pada sisi sejarah, pada era Presiden Soekarno ada semboyan yang terucap, “ganyang Malaysia!!”, Bung Karno mungkin menganggap DNA sang adik ini adalah DNA yang tidak baik, yang merupakan bentukan negara sekutu penjajah. Masa berganti pada era Presiden Soeharto, hubungan erat Pak Harto dengan Perdana Menteri Mahatir Muhammad sangat baik, bisa mencerminkan istilah “abang-adik” tersebut, Petronas belajar pada Pertamina, mahasiswa asal Malaysia belajar di Universitas-universitas Indonesia, dan masih banyak lagi program-program kerjasama lainnya.

Photobucket

Hasil “akuisisi” sang adik atas abang nya, Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan.

Pada era millenium ini, Malaysia mengalami perkembangan yang cukup pesat ketimbang sang abang, hal ini wajar dialami banyak negara-negara berkembang lainnya, namun ini menjadi awal mula masalah-masalah abang dan adik ini. Mulai dari permasalahan pulau sipadan-ligitan, sang adik berupaya “mengakuisisi” milik abang-nya, namun pulau bukanlah persoalan bisnis keluarga yang bisa di bagi-bagi, kemudian masalah TKI yang sangat menyudutkan sang abang sekali lagi, lalu tak ketinggalan persoalan kebudayaan karya masyarakat negara sang abang ikut diakui seperti lagu-lagu daerah dan tarian, masyarakat Malaysia boleh saja berkata budaya adalah sesuatu yang dapat menyatukan, tapi menyatukan apa? masyarakat di negeri sang adik mengatakan tidak peduli soal pengakuan budaya itu, namun kenapa video komersial soal pariwisata Malaysia itu tetap ada. Dunia infotainment pun tak ketinggalan dengan hasil “akuisisi” buruk sang adik perihal Manohara Odelia Pinot, yang beberapa waktu lalu marak di media.

Photobucket

Tari Pendet asal Bali (Indonesia).

Abang selalu mengalah, namun adik semakin tidak tahu diri, bagaimana dengan teroris Noordin M. Top & Dr. Azahari ? mereka masih tercatat sebagai warga negara Malaysia, inikah balasan yang diberikan sang adik pada abang ? Adik memang selalu menyusahkan sang abang…


Statement For North Korea Missiles

March 4, 2009

North Korea announced Tuesday it was preparing to send a satellite into orbit in what American and South Korean officials believe will be a provocative test of a long-range missile capable of reaching parts of North America.

The announcement came only days after Secretary of State Hillary Rodham Clinton and South Korea’s foreign minister, Yu Myung-hwan, urged the North not to carry out the test, calling such a move “very unhelpful” and “provocative.”

Photobucket

Prototype pictures of North Korea Ballistic Missiles.

During her trip to Seoul last week, Mrs. Clinton called the North Korean government’s rule “tyranny,” but offered to normalize ties and provide economic help if it abandoned its nuclear weapons program. Officials in the region were awaiting the North Korean response when the announcement came on Tuesday.

“The preparations for launching experimental communications satellite Kwangmyongsong-2 by means of delivery rocket Unha-2 are now making brisk headway,” North Korea’s Committee of Space Technology said in a statement carried by the government news agency, KCNA.

The statement marked the first time North Korea had confirmed its activities at a missile-launching base at Musudan-ri on its east coast. It did not say when the launch would take place, but it was the clearest sign so far that it may be imminent.

In recent weeks, North Korea has said it has the right to launch a scientific satellite, an excuse, analysts in South Korea say, the North has adopted to avoid United Nations sanctions and any potential U.S. attempt to shoot down its missiles.

“It’s really absurd and funny for North Korea, a country unable to feed its own people, to say it is developing a space program,” said Kim Tae-woo, a senior analyst at the government-funded Korea Institute for Defense Analysis. “I think a missile launch is imminent, with all major preparations completed.”

A long-range ballistic missile carrying a warhead and a rocket delivering a satellite are so similar that experts said it was difficult to tell them apart until tracking technology detects a new satellite in orbit.

The U.S. space authorities tried but could not find a new satellite after North Korea launched what it called its Kwangmyongsong-1 satellite in 1998. Western officials believed that it had actually tested its Taepodong-1 missile.

At the time, North Korean media praised Kim Jong-il, who had been confirmed as the country’s top leader, for pioneering the country’s “space development program” and said the satellite was broadcasting revolutionary Communist songs to earth.

Photobucket

North Korea Chairman of The Defense Commission, Kim Jong Il.

Mr. Kim is expected to be reconfirmed as leader by the North’s rubber-stamp Parliament on March 8. Analysts in Seoul have cited the period around Mr. Kim’s re-election as a possible window for the North to launch a missile.

In recent weeks, officials and experts in the region have feared that North Korea was readying to launch the multistage Taepodong-2, the North’s most advanced missile with an estimated range of 4,200 miles and capable of reaching Alaska.

For decades, North Korea has tried to build nuclear weapons and missiles capable of delivering them, according to U.S. officials. After North Korea conducted its first nuclear test in 2006, the United Nations Security Council adopted a resolution urging it to stop all ballistic missile-related activities.

North Korea often uses its military threats to obtain concessions. The announcement Tuesday came just as Japanese Prime Minister Taro Aso landed in Washington for a summit with President Obama.

Some Sources :

http://www.nytimes.com/2009/02/25/world/asia/25korea.html?ref=asia


North Korea : Missile Test for Taepodong 2

February 13, 2009

South Korean and U.S. intelligence agencies say they are tracking North Korean preparations to test-fire Taepodong-2 missiles with a range of 6,700 km from a new launch pad in Cholsan-gun, North Pyongan Province.

Photobucket

Taepodong 2, North Korea three-stage Ballistic Missile

A South Korean government official said a U.S. reconnaissance satellite last week spotted a train carrying large cylindrical objects from a missile arsenal near Pyongyang to the test site in Tongchangri. “Given their size, these objects are presumed to be rockets for Taepodong-2 missiles,” the official added. Some experts speculated these could be an improved version of the Taepodong-2 missiles with a range of 10,000 km capable of reaching the U.S. mainland.

Military intelligence presumes it will be possible for North Korea to test-fire Taepodong-2 missiles one or two months from now because it takes considerable time to assemble the first, second and third-stage rockets, set up the launch pad, and fill the rockets with liquid fuel.

The preparations come after the North Korean Army on Jan. 17 threatened military action against the South. On Jan 30, the North Korean Committee for the Peaceful Reunification of the Fatherland declared inter-Korean peace agreements null and void. There is speculation that it may be trying to back the threat with concrete action.

Sources :

http://english.chosun.com/w21data/html/news/200902/200902040001.html


Serangan Israel di Jalur Gaza bukan konflik agama

January 14, 2009

Photobucket

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono usai berjumpa dengan Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi di kantor presiden, Jakarta (5/1), menyatakan tidak menginginkan isu agama dibawa kedalam konflik Israel-Palestina.

Presiden Yudhoyono menegaskan bahwa konflik di Palestina merupakan konflik kedaulatan, bukanlah konflik antar agama. Lebih lanjut, Presiden Yudhoyono mengatakan serangan Israel adalah sebuah tindakan yang berlebihan sehingga mengakibatkan korban sipil yang begitu banyak.

Photobucket

Posisi Indonesia akan tetap mendorong PBB untuk menekan Israel dan menghentikan serangannya ke Jalur Gaza, Palestina. Indonesia juga siap membantu rakyat Palestina, baik itu tenaga medis, obat-obatan, maupun keamanan penjaga perdamaian.

Source :

http://tv.kompas.com/content/view/11149/2/