Take a Chance: Indonesia’s President Election

July 7, 2009

Today, July 8, 2009 it is the time to elect Indonesian higher goverment leaders, the president with vice-president, there is 3 candidate to choose, Number 1, Mrs. Megawati, the daughter of Indonesia’s first president Soekarno and the 5th President of Indonesia (2001-2004) with the vice-president candidates, Mr. Prabowo Subianto, former KOPASSUS head leaders at Indonesia Military. They are voted by two big party, Megawati by PDI-P and Prabowo by Partai Gerindra, the issues is they will focusing in the society economics (Ekonomi Kerakyatan) as we know Prabowo were close with the fisherman and farmer also leading the forum.

Photobucket

Megawati Soekarno Putri with Prabowo Subianto

Number 2, current Indonesia President, Mr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) with the vice-president candidates, Mr. Boediono, he is a professor from Gadjah Mada University, former minister, governor of Bank of Indonesia. The slogan is “lanjutkan!” (continue) from the government effort to make continuing development, as we know SBY’s party, Partai Demokrat is the winner of Indonesian Legislatif Election in April 2009.

Photobucket

Susilo Bambang Yudhoyono with Boediono

Number 3, current Indonesia Vice-President, Mr. M. Jusuf Kalla (JK) will attend to be Indonesia next president with Mr. Wiranto, former General of Indonesian Army (Panglima TNI) as vice-president in “JK-Win” collaboration. JK-Win collaboration have a motto “lebih cepat lebih baik” (too fast more better) in Indonesian next governments.

Photobucket

M. Jusuf Kalla with Wiranto

Okay, guys, this is the time for you to choose, all the candidate is the best to be a leaders,but we must choosing one as our president, all hail you guys, Indonesian citizens and voters!


Leaders Coalition : Jusuf Kalla – Wiranto

May 1, 2009

This Year, What really “happening” in Indonesia is General Election (Pemilu), the winner is Democrat Party (Partai Demokrat / PD), that bring SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) again to becoming Indonesia President. Not like 2004, now SBY will not coming with JK (Jusuf Kalla), know as Indonesia Vice President in present days.

Photobucket

Jusuf Kalla (Indonesia Vice President / Indonesia President Candidate).

It is because this day, May 1. 2009 JK with his party (Golkar Party) choose to separate with SBY, it is to becoming President as well. JK has Vice-President candidate, he is General (Purn.) Wiranto from Hanura Party (Partai Hati Nurani Rakyat). They was announced to the publics for this coalition.

it is good coalition or not?

First, to see from political perspective, its hard to compete with SBY, the party is to strong, powerful and believable. In the other hand, Megawati Sukarno putri (Indonesia Democracy Party-Struggle) also have a power and she is not yet choose the sides to do coalition, from the calculation and estimation, she is will duet with General (Purn) Prabowo Subianto from Gerindra Party. JK-Wiranto will facing the truth that SBY is to strong as well, and Megawati also has a huge number of followers.

Photobucket

Wiranto (Hanura Party Head Leader / Indonesia Vice President Candidate).

Second, another perspective, historical truth about JK-Wiranto it is almost clean, except little Wiranto roles in 1998 tragedy (fall of Suharto), but for all of this they are clean as well. Especially JK, he has good track records, for example to solve Aceh conflicts, he is a main maker in that peaceful agreement with Gerakan Aceh Merdeka (GAM) as separatism movement – read book: “To See The Unseen“.

For Indonesia voters, it is better to be wise to choose, but to lead, to solve and to built this country, whoever the President, as a citizens we must support them and respects their aim to make “better Indonesia”.


Dinamika Pemilu 2009 : Kolaborasi capres – cawapres

January 23, 2009

Rumah Megawati Sukarnoputri, mantan presiden ke-5 Republik Indonesia, kedatangan tamu yang cukup penting, Prabowo Subianto, mungkin dalam jamuan itu terdapat pembicaraan soal kolaborasi PDI-P dan Partai Gerindra yang diusung oleh Prabowo.

Photobucket

Prabowo Subianto, from Gerindra Party

Megawati merupakan partner yang cukup baik dalam menaikkan pamor atau pun menambah jumlah massa pendukung, melalui PDI-P, Megawati memiliki jutaan pendukung fanatik partai berlambang banteng ini. Prabowo cukup cerdik menyikapi persoalan pemilu 2009 ini, dimana para pesaing diantaranya, dari PKS, PAN, GOLKAR maupun Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Partai Demokrat-nya juga menyusun strategi untuk menghadapi Pemilu 2009.

Prabowo sangat menyadari bahwa kolaborasi nya dengan Megawati akan memberikan banyak kontribusi bagi karir politiknya, namun Prabowo bukan satu-satunya capres-cawapres yang menangkap peluang ini, dari Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X juga memberikan indikasi untuk melakukan kolaborasi partainya, Partai Republikan, dengan PDI-P.

Photobucket

Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sultan of Yogyakarta Resident, from Republican Party

Siapakah yang akan mendampingi Megawati ke Pemilihan Presiden – Wakil Presiden 2009 ? Masyarakat akan mengetahui nya pada periode kampanye maret – april 2009 ini, dan berharap semoga siapa pun  pemenangnya akan membawa Indonesia kepada suatu era kebebasan, kemakmuran dan kesejahteraan.


Dinamika Pemilu 2009 : Fatwa Haram Golput

January 6, 2009
Beberapa hari yang lalu, saya membaca tulisan dari seorang blogger yang menuliskan bahwa apabila fatwa haram bagi golongan putih pada pemilu 2009 ini diberlakukan akan sangat banyak sekali warga negara Indonesia yang berdosa dan masuk neraka, meskipun hanya lelucon namun pemikiran tersebut sangat menyegarkan, di masa-masa tidak menentu seperti sekarang ini. Usulan ini diajukan oleh Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid, dan mengundang banyak pro-kontra dari berbagai elite politik di Indonesia.

Dari sekian banyak argumentasi dan penolakan, dapat diambil contoh, Partai Demokrat (PD) mengaku keberatan dengan adanya fatwa haram ini, Partai Demokrat menyatakan bahwa memilih pada pemilihan umum bersifat hak dan bukan suatu kewajiban. Tanggapan serupa juga diluncurkan oleh Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Prof. Amien Rais.

Gerakan Golongan Putih (Golput) ini jangan dihadapi dengan fatwa haram seperti ini, namun dengan sebuah pendekatan yang bersifat menghimbau akan penting nya memilih di saat pemilu 2009 nanti, karena akan menentukan nasib bangsa ini untuk kedepan nya.Fatwa haram ini apabila diberlakukan maka telah mencoreng perjuangan demokrasi yang telah dibangun selama ini, serta menunjukan bahwa Indonesia bukanlah negara yang dapat bersifat demokratis pada rakyat nya. Pemaksaan dalam bentuk seperti ini merupakan bentuk yang lebih tidak baik ketimbang era-presiden Soeharto, karena memakai nama tuhan untuk sebuah dosa yang notabene nya tidak ada di dalam kitab suci.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketelitian administrasi di dalam KPU dan tugas dari partai-parta untuk menyadarkan masyarakat agar melek politik dan pemilu, bukan dengan fakta haram yang terkesan mengada-ada.

Image Source :

www.surau.net