Ketua DPRD Sumatra Utara Meninggal Akibat Demonstrasi : Wajah Demokrasi yang Tercoreng

February 8, 2009

Belum habis belajar bangsa ini menghadapi pelajaran baru yang namanya “demokrasi”, sudah banyak korban yang berjatuhan, mulai dari rakyat hingga pejabatnya sendiri.

Ketua DPRD Sumatra Utara, Abdul Aziz Angkat, yang baru menjabat sebagai ketua DPRD selama 2 bulan ini meninggal dikeroyok massa pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), sebagaimana mestinya apa pun permasalahannya kasus ini telah berubah menjadi kasus tindakan kriminal yang dilakukan beberapa oknum pendukung, karena hilang nya nyawa ketua DPRD Sumatra Utara, Abdul Aziz Angkat.

Abdul Aziz sempat dilarikan ke Gleni International Hospital dengan menggunakan kendaraan Polwiltabes Medan, namun nyawa nya tidak tertolong.

Photobucket

Abdul Aziz Angkat (victims/died), Head of North Sumatra Parlements

Peristiwa bermula ketika seribuan massa pendukung Protap mendatangi gedung DPRD Sumut sekira pukul 10.00 WIB. Setelah beberapa saat berorasi di luar gedung, mereka kemudian merangsek ke ruangan rapat paripurna.

Saat itu tengah berlangsung rapat paripurna dengan agenda pembahasan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah yang dipimpin langsung oleh Aziz Angkat.

Sekitar pukul 10.33 WIB tanggal 2 Februari 2009, Aziz yang baru saja membuka rapat paripurna langsung menskor rapat ketika massa berhasil menerobos masuk. Para pimpinan dewan termasuk Aziz Angkat dan Sekdaprov Sumut, RE Nainggolan terpaksa diungsikan ke ruang pimpinan yang persis berada di belakang ruangan paripurna.

Massa yang beringas membawa sebuah peti mati ke dalam ruangan rapat paripurna, sementara pagar gedung dewan terlihat mereka gembok dengan beberapa gembok.

Ketua Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) DPRD Sumatera Utara, H Raden Muhammad Syafi’i mendesak kepolisian mengusut tuntas aksi unjuk rasa anarkis yang mengakibatkan meninggalnya Ketua DPRD Sumut, H Abdul Aziz Angkat.

Some Sources :

http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?mod=berita&d=22&id=14515